

Di usia senjanya yang sudah menginjak 82 tahun, sang ibu seharusnya beristirahat dan menikmati masa tua. Namun, takdir berkata lain. Ibu mana yang tega melihat wajah putrinya, Bu Hasanah, perlahan-lahan digerogoti oleh keganasan kanker kulit?

Setiap hari, tangan-tangan renta yang sudah keriput itu dengan telaten membersihkan luka parah di wajah Bu Hasanah. Tanpa rasa jijik, tanpa mengeluh lelah, sang ibu terus memeluk dan merawat putrinya dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. Kasih sayangnya menjadi satu-satunya pelindung bagi Bu Hasanah di tengah rasa sakit yang tak tertahankan.

Demi menyambung hidup dan membeli sesuap nasi, nenek berusia 82 tahun ini masih harus membanting tulang. Beliau bekerja sebagai buruh pembuat genteng dari tanah liat. Pekerjaan fisik yang sangat berat ini hanya dihargai Rp30.000 sehari—jumlah yang bahkan sering kali tidak cukup untuk makan sehari-hari, apalagi untuk biaya rumah sakit.

Melihat ibunya yang sudah renta harus memeras keringat demi dirinya, Bu Hasanah mengambil keputusan yang menyayat hati: Ia memilih berhenti berobat. Bu Hasanah tidak ingin menjadi beban yang menghancurkan tubuh ringkih ibunya.

Kini, pengobatan medis yang mahal terpaksa dihentikan total. Harapan kesembuhan Bu Hasanah kini hanya digantungkan pada pengobatan kampung seadanya, menggunakan tumbukan daun putri malu dan daun sirih. Obat herbal itu dibalurkan ke luka kankernya, sekadar untuk meredakan rasa perih yang membakar wajahnya setiap detik.

"Setiap kali bercermin,Bu Hasanah hanya bisa menahan tangis. Penyakit yang awalnya dikira luka biasa, kini telah berubah menjadi kanker kulit ganas yang perlahan menggerogoti wajahnya.
Di tengah rasa sakitnya, yang ia pikirkan bukanlah dirinya sendiri, melainkan masa depan anak-anaknya yang masih kecil. Ia ingin sembuh. Ia ingin kembali bekerja dan mendampingi keluarganya

Mari Menjadi Perpanjangan Tangan Kebaikan
Sahabat, kanker kulit wajah Bu Hasanah tidak akan sembuh hanya dengan daun putri malu. Kanker itu terus menyebar dan membutuhkan tindakan medis darurat. Jangan biarkan perjuangan ibu lansia ini runtuh karena keterbatasan biaya.
Mari kita bersama-sama meringankan beban pundak sang nenek yang sudah membungkuk itu. Sedikit rezeki dari kita adalah harapan besar bagi Bu Hasanah untuk kembali berobat ke rumah sakit dan sembuh.
Disclaimer : gerakbaik.org tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Penggalang dana mengalokasikan sebagian donasi terkumpul untuk pembiayaan promosi iklan karena campaign bersifat darurat. Seluruh pembiayaan promosi dibayarkan 100% ke penyedia iklan seperti Facebook, TikTok, dan media lainnya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik